jika air mataku menetes karena kekasih yang pergi,
maka sungai mengaliri pipiku saat kau pergi, ibu.

jika mimpi adalah jalan tunggal untuk menjumpaimu,
maka aku menolak terbangun, mendapati ketiadaanmu, ibu.

tapi potongan kue yang kau suapi,
dan gelak tawa yang menjejali mulut manis anak cucumu,
masih menyadarkanku bahwa itu sudah berakhir, ibu

mintakan maafku untuk Tuhan, ibu
aku bertobat,
demi rindu yang kuharap Ia sampaikan untukmu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s