[ FF ] : Gadis yang Bersimpuh di Atas Rumput

2d20ebc

Setiap sore gadis itu bersimpuh di atas rumput. Ujung gaunnya basah oleh embun rerumputan. Bahunya menyandang sebuah gitar kecil berwarna cokelat muda. Rambutnya yang tidak terlalu panjang tergerai, kadang bergoyang dimainkan angin.

Matanya liar melihat ke mana-mana. Semua orang yang berjalan, semua kendaraan yang melintas, ia tatap lekat sebelum terlewat. Itulah yang dilakukan gadis itu setiap hari. Aku tidak tahu apa yang ia cari dan mengapa sudah sejak lama tak ia temukan. Gadis itu terus tekun mencari tapi tanpa bertanya. Bibirnya tertutup rapat, tapi matanya terus mencari.

Setiap hari aku berjalan melewati gadis itu. Aku berjalan sambil membaca buku. Tapi karena gadis itu begitu menarik hatiku, belakangan ini aku memang membuka bukuku tapi tidak membacanya. Aku menaikkan buku itu sampai menutupi setengah wajahku, hanya menyisakan mataku untuk melihatnya. Mengapa aku harus menutupi wajahku? Tentu saja karena aku malu. Aku tidak ingin gadis itu tahu aku memperhatikannya.

Namun sayangnya, hari ini aku lupa membawa buku. Aku sudah sampai di depan pos polisi, tak jauh dari tempat gadis itu bersimpuh. Aku ingin berjalan melewatinya, tapi aku takut. Aku takut mataku tak tahan untuk melihatnya. Dan terlebih lagi, aku takut ketahuan. Tapi aku harus berjalan dan melewatinya.

Setelah menenangkan ketakutanku, akhirnya aku melangkah. Sepuluh meter lagi, lima meter lagi, lima langkah lagi. Aku menahan mataku untuk terus menatap ke depan, dan aku berhasil. Aku sampai di depannya tanpa meliriknya sedikit pun. Tapi tiba-tiba langkahku terhenti. Ada yang menahan kakiku untuk tidak beranjak dari situ.

Aku tidak tahu apa itu. Sampai aku merasakan sepasang tangan menyentuh tanganku. Aku menoleh. Gadis itu menatap mataku. Akhirnya menemukan sesuatu yang ia cari selama ini dari setiap wajah yang lewat.

Lalu ia menarik tanganku, memaksa jemariku menyentuh lubang di dadanya. Sebuah lubang menganga, tempat di mana sebentuk hati harusnya berada.

“Mana hatimu, Nona?” tanyaku, gugup. Gadis itu tak menjawab. Ia menghela napas.

Dan aku merasakan denyut di dalam dadaku.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s