adakah maaf bagi kami, duhai anak lelaki
deburan ombak mengantarmu ke depan kaki
sedangkan tangan lemah dan tubuh kotor kami
khusyuk bersujud kepada dunia yang tak berhati

akankah lemahnya empati dan bisik nurani
berbuah nyata menjadi doa di dini hari
akankah air mata yang tak seberapa
dan sesak di dada yang tak terlalu lama

sanggup mengubah neraka yang menyala
menjadi surga tanpaΒ dahaga

One thought on “

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s