asing

kita menangis, di hari mereka bernyanyi
dan kita palingkan wajah ke langit
selagi mereka memandang hina kepadanya

karena kita lemah,
karena kita asing

kita menangis, kita berdoa
di hari mereka bernyanyi dan bermain

kita bawa luka kita yang berdarah nanah
dan kepada kaki langit yang tak terlihat,
kita melayang, diundang

kita adalah,
kelompok kecil anak-anak yatim

kita terbungkus,
oleh pekat limbah hitam tahun demi tahun

dan kita tetaplah asing

 


baris demi baris di atas adalah sebuah terjemahan bebas dari puisi berjudul “Ghorabaa” karya Samih al-Qasim

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s