[ Cerita ] : Saat Emily Mengundang

Emily mengintip dari dalam tasku. Sulur-sulur hitamnya keluar, memintaku untuk menariknya.

“Apa kau marah?”

“Setengah.”

Aku memejamkan mata dan menggelengkan kepala, mencegah mereka mengetuk-ngetuk kepalaku lagi.

“Setengahnya lega.”

Aku menarik Emily keluar dari dalam tas. Kedua telinganya aku hubungkan dengan kepalaku. Dia sempat mengerang kaget waktu aku secara tak sengaja membuat sulurnya tertarik. Salah sendiri ia mengundang di saat aku mengenakan kaus polos dan sehelai celana panjang polos dengan sepasang saku kecil di pinggang yang hanya cukup untuk mengantongi recehan.

Aku keluar dari rumah, lalu berjalan kaki sambil memasukkan telapak tanganku ke saku. Hanya butuh waktu tujuh per delapan detik, aku menekan tombol.

Awalnya hanya ada lolongan pelan. Kemudian getar-getar hangat mulai menjalari kepalaku. Saat Taka mulai membisikkan kata pertamanya kepadaku melalui telinga Emily, aku sadar bahwa kewajaran telah pergi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s