I can’t sleep, I need to tell you goodnight

Malam sudah mendekati dini hari dan perempuan itu tidak bisa tidur. Ia menatap kertas putih di atas mejanya. Tangan kanannya memegang sebatang pensil dan kata-kata meluncur deras dari ujung runcingnya. Kata-kata yang tak mungkin ia tulis sebelumnya. Sebelum ini.

…but when i’m pulled away from you,
I fall apart

Perempuan itu meremas si kertas putih. Kemudian ia mengubahnya menjadi bola basket yang ia lemparkan ke keranjang sampah di sudut kamar.

Perempuan itu mengambil kertas putih lagi. Kertas putih yang sama dengan yang telah memenuhi keranjang sampah di sudut kamarnya. Ia memegang erat pensil kecilnya, mencoba menulis lagi.

Oh you don’t have to ask me
You know you’re all that I…

Tangan perempuan itu berhenti bekerja, bingung meneruskan dengan apa. Sebuah kata terlintas di kepalanya, namun ia takut roh halus yang bergentayangan di kamar itu akan membacanya. Ia takut mereka akan meniupkan kata-kata itu kepada nama yang dituju.

Perempuan itu lagi-lagi meremas kertas putihnya dan melemparkannya ke keranjang sampah. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, lelah dengan deburan detak jantungnya yang tak terkendali.

Perempuan itu bangkit lagi dan menghampiri mejanya. Ia mengambil selembar kertas dan meraih pensilnya. Ia berpikir sejenak, lalu menghembuskan napas. Ia menuliskan sebuah kalimat.

I can’t sleep, I need to tell you goodnight.

Malam sudah mencapai penghabisan. Perempuan itu membuka jendela kamarnya. Angin mengantarkan abu kertas putih itu kepada nama yang dituju.

225 kata

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s