putri belati

Di remang cahaya rembulan,
seperti anak panah yang melesat,
ku rasakan getar sanubarimu.

Usai mentari turun tenggelam,
indah mata pisau yang berkilau
menyamarkan rupanya dalam wajahmu.

Luka dan marah yang kau telan,
berbaring sunyi di kerapatan hutan.

Kepada jiwa dan arwah
yang meresah dalam gelap,
yang menangis dalam senyap,
putih hatimu dititipkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s