Aku bosan mengutukmu dalam hati
dan dijajah rasa yang membela diri.

Aku lelah mencari-cari alasan lagi
dan mengobarkan marah hanya di ujung nadi

Mengapa tak kau bawa saja hidungmu ke sini?
Biar bisa ku beri kepalan tangan ini.

Atau jangan-jangan, kau tahu sendiri
bahwa aku tak akan berani.
Ah, aku keki.

2 thoughts on “

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s