[ Anime ] : From Up on Poppy Hill

Ehm. Halo halo. Jadi gini ceritanya, kemarin itu ‘kan gue lagi nggak enak batin. Iseng-iseng nyoba search dengan keyword “best romance anime” dan ketemulah gue sama video di yutup yang ngasih rekomendasi 4 anime yang salah satu animenya adalah Hoshi o Ou Kodomo yang pernah gue ceritain di sini. Nah karena ada anime itulah akhirnya gue mencoba-coba percaya kalo rekomendasinya mungkin cocok juga sama gue. Dan voila! Semalem gue nonton salah satunya: From Up on Poppy Hill.

Anime ini bercerita tentang Umi Matsuzaki, seorang siswi SMU yang tinggal bareng kedua adiknya, nenek dan dua orang kolega ibunya. Ibunya adalah seorang profesor yang lagi lanjutin studi di Amrik. Di antara penghuni lain, Umi lah yang generally ngurus rumah itu. Mulai dari masak, belanja, dll; walaupun neneknya hire asisten buat urus rumah juga. Suatu hari, ada yang nulis puisi tentang Umi di koran sekolah. Puisi itu menceritakan kekaguman penulis puisi kepada Umi yang setiap hari ngirim pesan untuk seseorang lewat bendera yang ia kibarkan. Well, pesan itu Umi kirim buat ayahnya yang pergi perang dan meninggal tanpa pernah pulang.

Kekaguman adiknya Umi kepada Shun si penulis puisi bikin Umi dan adiknya nekat datengin Quartier Latin (markasnya para anak ekskul ngumpul). Mulai dari situ mereka akrab dan Shun sempet diundang ke acara perpisahan anggota rumahnya Umi. Di sana Umi cerita banyak tentang keluarganya, terutama tentang ayahnya. Tapi entah kenapa, sejak acara itu Shun mulai ngejauhin Umi dan bikin dia serba salah. Acara bersih-bersih Quartier Latin yang mestinya seru pun jadi bikin Umi kikuk dan canggung kalau ketemu sama Shun. Nggak tahan diperlakukan seperti itu, Umi akhirnya nanya langsung ke Shun tentang sikap dinginnya dan Shun bilang kalau mereka adalah kakak-beradik. Jeng jeng.

Dari situ, silakan tonton sendiri. Yang nggak suka incest, tenang aja. You’ll be satisfied with the ending. Lhaaa, kok jadi spoiler. From Up on Poppy Hill ini adalah anime ghibli pertama yang gue tonton lho! Ceritanya ringan tapi membekas di hati. Romance-nya dapet, tapi nggak mendayu-dayu ngalay. Manis banget. Yang gue suka dari cerita-cerita berlatar sebelum milenium adalah, nggak tahu kenapa the way they show love, it isn’t vulgar. Mereka ngasih liat yang nama cinta nggak lewat tingkah yang berlebihan. Tapi dengan kesederhanaan mereka, mata mereka, pun kita bisa tahu kalau this two is in love. Selain itu, gue suka banget liat gimana orang-orang Jepang di jaman itu beraktivitas. Apa ya, setiap gerak kayak berirama, sederhana, indah. Jaman-jaman tahun 60-70an di mana teknologi belum membekap kita. Giccuuu. Suka deh. Manis. Kayak gue. Pret. Oh iya lupa, gue sempet ketawa geli pas muncul lagu kasino yang siawasiwa umono uneni di anime ini. Baru tau gue ternyata itu lagu jepang! Hehehehehe.

Baiklah, demikian cerita gue tentang From Up on Poppy Hill. Kalau disuruh ngasih rate, gue bakal kasih nilai 8 dari 10. Tertarik kan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s