terhimpit di sini, di pojok putih. bersama milyaran kuman yang bersembunyi sempurna di balik kilau alumunium yang tertimpa cahaya pagi. dengan punggung ditekan punggung-punggung lain yang jauh lebih padat dan kokoh. dengan harum parfum ratusan merk yang tercampur rata seperti adukan gula dan kuning telur dalam adonan kue ulang tahunku yang ke-dua-puluh-satu. aku terhimpit di sini. menarik napas, mengembangkan diafragma, memburu oksigen yang berhamburan sporadis di antara udara dingin namun pengap.

tapi itu masih jauh lebih baik. daripada berada di taman cantik. dengan capung-capung emas penanda hujan beterbangan bebas mengambang di udara. tidak sesiapa kecuali aku yang menguasai titik itu. jangankan berebut udara bersih. bahkan langit seperti menghiburku dalam padanan warna mereka yang memanja. lalu tiba-tiba angin ketidaksukaanmu menerpa tubuhku. menekan tenggorokanku dengan pisau-pisau tajam tak kasat mata. tega.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s