memindahkanmu ke dalam barisan kata ini seperti membalikkan telapak tangan yang di atasnya diletakkan sebutir telur. bukan hanya sulit, tapi juga berbahaya. aku terlalu tak berani membiarkan telur itu jatuh lalu pecah.

tapi aku akan mencoba mengenali apa yang setidaknya bisa kulakukan.

pertama, aku bertanya tentang dimensi hati. apakah ia seperti sepetak tanah yang memiliki sekat di sekelilingnya? atau ia seperti sebuah palung di lautan? sekat-sekat pada sepetak tanah tadi digantikan fungsinya oleh dinding-dinding palung dengan permukaannya yang kasar dan keras, walaupun lumut —dan makhluk-makhluk lain yang diragukan apakah mereka hewan atau tanaman— menempel. aku begitu ingin tahu.

tapi aku tahu, ini sulit. sulit. aku kesulitan. kebingungan. seperti jutaan lembar kuman yang mengambang di dalam segelas air putih. aku kebingungan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s