begitu

semalam aku bermimpi

aku melihatmu bersepeda

padahal aku tahu kau tak bisa

kau bersepeda, di bawah pusaran angin

angin yang meliuk-liukkan sepeda itu

mengganggu keseimbanganmu

tapi kau tertawa, keras sekali

seolah bahaya karena terjatuh

yang menerbitkan bahagiamu

lalu tiba-tiba hujan turun

aku sontak berlari, berteriak memanggilmu

angin dan guntur bersahutan mengancam

tapi kau masih tertawa riang

seolah sahutan mereka itu

menambahkan kerianganmu sejuta kali

kau berkata, “aku tak apa diguyur hujan.”

“tak apa jika terendam hingga ke tulang.”

tapi aku cemas

aku terus berlari mengejarmu yang tak mau berhenti

hingga sepedamu kutangkap

kau berkata, “oke, aku berhenti.”

lalu kau menatapku

“apakah sekarang aku harus berlindung padamu?”

“kau bahkan tak punya payung untuk melindungi dirimu sendiri.”

lalu saat itu aku tahu, bahwa kau begitu—

One thought on “begitu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s