[ surat singkat ]

Teruntuk, Adik Kecil yang sedang menghadapi UN SD,
Di suatu tempat, di ujung Jakarta.

Adik Kecilku, apa kabar kau di sana? Lancarkah ujianmu hari ini? Maafkan aku yang bahkan belum mencari tahu mata pelajaran yang diujikan kepadamu hari ini.

Ah Adik Kecilku, tahukah? Ibumu ke sini hari ini. Ia mengerti kau sangat pintar, maka ia ingin kau mendapatkan pendidikan tinggi. Tahukah kau, Adik Kecil, ia datang ke sini. Ia tersenyum, lalu menggerakkan jemarinya. Ia mengatakan sesuatu kepada kami dengan caranya, dan maafkan kami belum cukup mengerti bahasanya. Maaf. Hingga akhirnya, kami memberinya secarik kertas dan meminta ia menuliskan apa yang ingin dikatakannya.

Tapi Adik Kecil, sungguh hebat ibumu. Ia memperjuangkan masa depanmu. Ia tak meminta-minta, ia tak mengemis menagih iba. Ia datang ke sini, dengan senyumnya yang menyenangkan itu, dan menceritakan betapa hebatnya dirimu.

Duhai Adik Kecilku, berbahagialah dirimu. Berbanggalah untuk seorang ibu yang bangga padamu. Ucapkan cintamu, sesederhana kata bernama “terima kasih”. Untuk ibumu, yang datang ke sini dan menyentuh hatiku.

Selamat berjuang dan salamku untuk ibumu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s