Ngurus Surat Keterangan Hilang

Ayo, siapa yang pernah kehilangan kartu atm? Kalo gue sih enggak pernah. Tapi selalu ada hikmah di balik musibah (siapapun yang mengalaminya). Temen gue sebulan lalu kehilangan kartu atm dan hari ini gue nganterin dia ke kantor polisi buat urus surat keterangan kehilangan. Ah iya, namanya bukan itu deng. Tapi: SURAT TANDA PENERIMAAN LAPORAN KEHILANGAN BARANG BARANG (enggak pake tanda hubung di antara kedua kata ‘barang’)

Setelah panas-panasan nyari lokasinya, sampai lah kami di Kantor Polisi Subsektor Sabang yang mungil dan nyempil di antara Abuba Steak dan warung tenda Mie Ayam. Gue dan temen gue membuka pintu gesernya.

“Misi pak, mau bikin surat keterangan kehilangan,” kata temen gue.

“Iya, di sini Mbak. Pinjam KTP-nya,” kata pak polisi yang cukup ramah itu. Kemudian pak polisi mengetik identitas temen gue ke file word yang sudah tersedia di komputernya. Nah, di sini yang unik. Walaupun mesik tik sudah tidak digunakan, tapi cara pak polisi yang ramah itu mengetik seolah-olah ia masih menggunakan mesin tik. Jadi bayangin aja, dengan pelan, mantap dan sungguh-sungguh sekuat tenaga, pak polisi menekan tiap tuts di keyboard mungil itu dengan kedua jari telunjuknya. Gue jadi miris, tak tega ngeliat penderitaan yang diderita si keyboard mungil.

Saat proses membuat surat tersebut, pak polisi tak lupa menanyakan kartu atmnya bank apa, cabang mana, dan nomor rekeningnya; kejadian hilangnya kapan, jam berapa, dan di mana. Sebentar kemudian, jengjeeeeeng! Keluarlah selembar kertas berharga yang kami tunggu-tunggu dari printer e*son dan ternyata wujud suratnya kayak gini:

Pak Pol suka banget sama tombol titik sepertinya -_-'a

Pak Pol suka banget sama tombol titik sepertinya -_-‘a

Setelah suratnya jadi dan diserahkan ke temen gue, gue udah mau berdiri meninggalkan kantor polisi itu. Tapi selama sepersekian detik gue melihat raut wajah awkward dari si pak polisi sehingga temen gue berkata, “udah jadi ya pak, biayanya berapa?” Jengjeng. “Berapa aja, Mbak,” kata pak polisi yang ramah itu. Kemudian temen gue memberikan selembar uang berwarna ungu, dan kami melangkah santai menuju masa depan yang lebih cerah. Hahahaha, enggak ding. Menuju tempat makan yang bener.

Demikian pengalaman hari ini. Jadi tau gimana caranya ngurus surat itu. Dari kami membuka pintu geser sampe keluar, kira-kira waktunya 5 – 7 menitan lah. Enggak lama dan cukup simpel ternyata. Tapi gue kecewa sih enggak ada mesin tik segede gaban atau minimal printer dot matrik raksasa yang kalo lagi ngeprint mengeluarkan suara yang membahana berisiknya๐Ÿ˜ฆ Positifnya, pelayanan jadi lebih ringkes dan cepet karena udah pake komputer. Terima kasih pak polisi๐Ÿ˜€ *dadah-dadah dari sabang*

5 thoughts on “Ngurus Surat Keterangan Hilang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s