baca ini

di sini sepi sekali. walaupun telingaku dijejali berbagai suara musik. di sini sepi sekali, hingga aku sangat ingin berbicara dengan orang lain. kemudian aku berbicara, banyak sekali. hingga tenggorokanku sakit. aku tertawa, kuledakkan cempreng suaraku kemana-mana. tapi tetap saja, sepi itu masih ada di sini. di dalam tubuhku. entah lambung atau ususku yang kosong. tapi aku merasa sepi sekali. sepi sekali. tolonglah, beri aku ramai.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s