lelaki penjaga tabung cahaya

pada suatu hari seseorang menitipkan sebuah tabung cahaya padaku. orang itu memintaku menjaga tabung itu agar cahayanya tetap terjaga, tak pergi kemana-mana. satu saja binar cahayanya  pergi, mungkin ruang tempat kami tinggal akan redup, atau gelap sama sekali. akhirnya, inilah aku. seorang lelaki penjaga tabung cahaya.

segalanya berjalan baik sampai suatu hari aku memperhatikan tabung itu. aku perhatikan bentuknya. Bentuk tabung yang sempurna. kuraih kacamataku, ku perhatikan tabung itu jauh lebih dalam. aku melihat pada pendar-pendar cahaya di dalamnya. Mereka terlihat jauh namun terasa dekat, terlihat tenang namun terasa riaknya. Lalu kemudian baru kusadari bahwa tabung cahaya itu ternyata tak hanya sebuah tabung dengan sumber cahaya tunggal. Ternyata, cahaya itu bukan sembarang cahaya. ada jutaan kunang-kunang di dalamnya. Dan aku terpesona pada mereka. pada perbedaan karakter mereka, pada keunikan mereka, keragaman cahaya yang mereka miliki, serta pada kekompakan mereka mencipta cahaya indah sehingga tabung ini begitu terang dengan sempurna.

aku terkagum-kagum. aku melihat lagi ke dalam. jauh ke dalam. maka semakin aku melihat, semakin enggan aku berkedip. Lalu saat tengah asyik menikmati keindahan tabung cahayaku [ah tidak, ini tidak benar-benar milikku] beberapa ekor kunang-kunang itu [entah bagaimana] bergerak berputar. Cepat, terus berputar tak terkendali. menggetarkan jagad tabung cahaya itu. aku takut. Ketakutan. Aku cemas. ini mencemaskan. aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada tabung cahaya ini. aku memeluknya erat, seperti seperti ayah yang takut kehilangan anak semata wayang. kupejamkan mataku sambil berdoa. semoga Tuhan mengerti, bahwa aku hanya ingin tabung cahaya ini baik2 saja. Lalu, krak. dentum waktu seperti berhenti. tabung itu berlubang. Kecil, hanya sebesar ujung kelingkingku. namun sebuah pemandangan lain, seketika saja mampu membuatku meneteskan air mata. seekor kunang-kunang. salah satu yang terbesar. salah satu yang terbaik. salah satu yang terunik. Terbang. keluar dari tabung cahaya itu. mengepakkan sayap cahayanya, melayang. melewati kedua bola mataku, seperti berpamitan. lalu terbang perlahan, menjauh. Menyisakan aku dan remang-remang bekas keberadaannya. sesaat aku merasa begitu lelah, namun di saat yang sama, aku bingung harus menjawab apa pada hatiku yang bertanya ‘lalu bagaimana?’

setelah puluhan detik yang merangkak lambat menyiksa, kuberanikan diri menatap tabung cahaya itu. Ia masih indah walau cahayanya agak muram seakan menyanyikan duka. kucari lubang kecil itu itu. ku teliti baik-baik. kini kulihat beberapa dari kunang-kunang itu sedang mendekat ke arah lubang itu. aku hanya bisa pasrah, sambil menahan diri untuk tak merasa sakit akibat kekosongan rongga dadaku jika harus merasakan kehilangan lagi. aku tahu bahwa mungkin mereka pun akan pergi. entah satu persatu atau justru serempak beramai-ramai. lalu kuletakkan tabung itu di atas meja. kupejamkan mataku, sambil memaksakan diri untuk melepaskan bayangan mereka dari lubuk batinku. Namun aku sadar, ini tak akan bisa.

kuputar otakku. kutanya diriku, ‘apa yang harus kulakukan?’ entah bagaimana aku menjadi amat bingung. Melebihi bingungku yang sebelumnya. Entah apakah ini kebingungan yang sama. Atau bingung baru yang tingkatan membingungkannya sama [atau hampir sama] dengan kebingunganku yang tadi itu. tentu aku [harusnya] berpikir bahwa mungkin kunang-kunang itu tidak bahagia saat berada dalam tabung itu. Maka aku harus melepaskan mereka dari kungkungan ini. aku harus membahagiakan mereka. Lalu, tidak! kugelengkan kepalaku kuat-kuat. kuambil sepotong kecil kaca yang pecah tadi. kutambal lubang kecil tabung itu. meski kini tak sesempurna yang dulu. meski mungkin ribuan kunang-kunang itu akan membenciku yang tak membiarkan mereka bebas. namun telah bulat tekadku. tabung cahaya ini hanya titipan. Dan aku bukan seorang lelaki penjaga tabung cahaya melainkan seorang lelaki biasa yang dititipi sebuah tabung cahaya, untuk kujaga.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s