semeruku di bumi jakarta

bagiku, ini terasa seperti minggat.
meninggalkan kasur empuk
yang sedang melelapkanku,
menuju gelapnya dunia di luar sana.

ini terasa seperti melepaskan diri
dari pelukan boneka beruangku,
menuju kasarnya hutan belantara
dan kepungan serigala buas karnivora.

tapi menurutku, ini adalah semeruku.
yang tiada ranu kumbolo,
kecuali aspal panas dan terik siang.
yang tiada padang edelweis,
kecuali hamparan macet khas ibukota.
yang tiada udara sejuk,
kecuali sesak bau knalpot kendaraan.

tapi mimpi selalu indah, kawan.
di manapun ia, siapapun kita.
dan aku akan setia mengejarnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s