Antara cacingan dan metabolisme terlalu bagus

Noury, kamu nih makan mulu gak gemuk-gemuk. Jangan-jangan cacingan. – Tika Novalian

Enggak, metabolisme tubuh aku masih bagus banget. Jadinya semua nutrisi yang aku makan terserap habis dan dikonversi menjadi energi. Ciaaatt!! – my self

Begitulah alasan [sok-sokan] ilmiah yang gua keluarin tiap kali ada orang mempertanyakan nafsu makan dan ukuran tubuh gua yang masih krempeng ginih. Ya, tadinya sih gua santai-santai saja dengan ‘tuduhan’ cacingan itu. Tapi lama-lama gak asik juga woi!

Entah mana yang bener antara cacingan atau metabolisme tubuh gua yang terlalu bagus. Tapi gua juga bingung kenapa gua cepet banget laper. Buktinya, sambil ngetik ini aja perut gua lagi melolong kelaparan. Kasihan. Padahal udah makan malam tadi. Ya walaupun berdua, tapi si Rika itu bocah yang makan ayam pake nasi sedangkan gua adalah kebalikannya. Besides, indomie udah terlalu mengerikan buat dimakan 3 hari berturut-turut dan sarapan ala HRD masih sekitaran 5-6 jam lagi. Aaarghh…

Jadi, di sinilah gua. Gak bisa tidur karena lapar. Masih mikirin kenapa nafsu makan meningkat. Dan berat badan? Ah, cukup disyukuri aja lah. Yang gemuk banyak yang mau kurus, yang kurus begini banyak yang mau agak gemukan. Yang penting, sehat-sehat ya badanku. Sekarang, tidur dulu ya. Lupa dulu sama lapernya. Ciaoo! *dadah*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s