[ Movie ] : The Miracle Worker

Jumat kemarin atau tepatnya hari pertama libur panjang tahun baru Hijriyah, saya berencana ke rumah kakak untuk yaa sekedar berhaha-hihi bareng ponakan saya. Namun apalah daya, hujan terus-menerus dan kondisi keuangan yang menipis (zzzz -_-“) memaksa saya untuk tetap tidur-tiduran cantik sambil menikmati udara adem-adem Jakarta bulan November. Nah, di tengah tidur-tiduran cantik itulah saya tiba-tiba ingat sebuah film lama yaaang ahh, inilah dia. The Miracle Worker.

Kata Wikipedia, The Miracle Worker… is a cycle of 20th century dramatic works derived from Helen Keller‘s autobiographyThe Story of My Life. Each of the various dramas describes the relationship between Kellerโ€”a deafblind and initially almost feral childโ€”and Anne Sullivan, the teacher who introduced her to education, activism, and international celebrity.

Apa tuh ya artinya? Pokoknya, The Miracle Worker ini adalah film awal tahun 2000-an yang diadaptasi dari otobiografi seorang Helen Keller. Film ini bercerita tentang bagaimana Helen yang sejak usia kira-kira 2 tahun mengalami kebutaan, tuli serta tuna wicara diajarkan oleh Anne Sullivan (gurunya) untuk mengenal makna dari tiap kata. Aaah, sedap!

Film ini mengambil latar belakang Amerika Serikat (atau tepatnya Alabama) sekitar penghujung abad ke-19. Jadi, di sana akan kita temui perkebunan yang luaaaas. Dan para pekerja serta pembantu rumah tangga afro dengan bos mereka yang bule.

Dari segi ceritanya sendiri, awalnya saya agak keliru. Saya pikir, film ini bercerita tentang Anne Sullivan mengajarkan Helen bagaimana berkata-kata dan berperilaku baik. Karena memang di scene-scene awal si Helen ini sangat rusuh. Bertindak sesuka hatinya banget. Gangguin anak salah satu pekerja sambil pegang gunting. Ngeri ketusuk.

Kemudian salah satu bibinya Helen datang berkunjung. Membicarakan bagaimana Helen telah menjadi salah satu masalah atas perkawinan orang tuanya. Karena boro-boro inget suami, bayinya aja gak keurus oleh si Kate (ibunya Helen). Saking sibuknya mengurusi Helen. Setelah itu, akhirnya Bapaknya Helen meng-hire Nn. Anne Sullivan untuk jadi pengasuh Helen.
Mulai dari pintu kamarnya dikunci oleh Helen sampai kekacauan di ruang makan dan ketertaklukan Helen untuk duduk dan “melipat serbetnya”.

Ternyata, bukan cuma saya yang keliru tentang misi Nn. Sullivan. Orang tua Helen juga keliru. Mereka sudah berpuas hati dengan kemampuan Helen melipat serbet yang menandakan bahwa anak itu mulai tenang dan mampu mengendalikan dirinya. Bukan sampai di situ. Nn. Sullivan berharap bisa mengenalkan kata serta membuat Helen mengerti arti dari jutaan kata itu.

Jadi, bagaimanakah perjuangan Nn. Sullivan selanjutnya? Nonton aja ya sendiri๐Ÿ™‚

Oh iya, satu yang disayangkan. Terlalu pendek nih filmnya. Pengen liat sampe Helen bisa lebih dari sekedar tau bahwa air adalah air (water).

Salah satu yang bikin terkesan adalah gak tau kenapa cara para pemeran film ngomong tuh enak banget. Bahasa Inggrisnya renyah. Haha. Apalah itu renyah๐Ÿ™‚ Well then, berguna banget deh nonton ini. Inspiring!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s