Miss My X-Stitch Very Much

Sungguh rindu padamu, kristikku. Baru semalam menyulamkan puluhan atau bahkan ratusan tusuk silang di atas aida putih yang mulai buluk itu. Tapi tetap saja, setiap kali merasakan “suara bulu jatuh ke atas tanah” aku sangat ingin mengkristik. Biar si aida putih itu mendengarkan suaraku yang bahkan tidak pernah aku bisikkan kepadanya. Biar jarum itu yang kucengkeram kuat daripada kucengkeram hati orang. Biar kugigit benang daripada kugigit jari orang.

Sungguh rindu padamu, kristikku. Biar kusulamkan lagi tiap lubang kecil aida putihku. Biar luluh tumpah kesukaranku. Hingga tak terasa, dini hari menjelang. Kepada bantal bersarung batik, kemudian kepalaku berpulang.

One thought on “Miss My X-Stitch Very Much

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s