satu hal

Sering sekali ya, ada saat dimana kita ingin kembali ke hari kemarin dan “memperbaiki” apa yang terjadi di sana. Ingat hari itu. Kebohongan yang tak perlu, transjakarta, cincin yang diberi lalu diambil kembali. Benar katamu ahad malam itu. Seharusnya cincin itu tidak perlu diambil kembali maka kita akan bertemu dengan lebih normal di lain kesempatan. Romantis.

Tapi menyenangkan rasanya. Kau santai-santai saja mengatakan penyesalanmu itu. Kalau aku masih aku yang dulu, hampir pasti aku akan nangis bombay. Tidak tidur semalaman. Entahlah, aku hanya suka percakapan itu. Caramu mengatakannya, penyesalan itu.

Pheeeww. Yasudah, mari kita berdamai. Dengan hari kemarin, dengan hari ini, dengan hari esok. Di antara kuliah dan kerja, kristik dan website, benang dan mouse, akuntansi dan dkv, realitas dan mimpi, hysteria dan halilintar. Selamat menikmati hari.

—–

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s