Sekali lagi tentang mimpi

Sekali lagi tentang mimpi

Ia yang berkelana jauh

entah di sebelah mananya dunia.

Tentang mimpiku, juga mimpimu

yang tinggi seperti juga mimpi-mimpi lainnya.

Lalu terbersit lagu lama,

mengejar mimpi

tiada artinya hidup tanpa itu.

Untuk setitik masa,

aku merasa kita seperti

sprint di sebuah lintasan lurus.

Kau berlari begitu cepat.

Dengan kecepatan yang sama,

aku mencoba mengejarmu.

Dan kau tahu apa yang terjadi?

Ternyata, tidak hanya kecepatan yang berlaku.

Ada sesuatu yang menolakku

untuk tetap stabil mengikutimu.

Ia disebut percepatan.

Dan aku seperti menyerah padanya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s