malu

Setiap kali ada seorang insan sedang berbicara, memberi nasehat pada kebaikan, kemudian  mengernyitkan dahi, memicingkan mata, mengerutkan alis, seolah menggali sekuat tenaga, berusaha menemukan ayat-ayat yang pernah ia hafal sebelumnya; aku merasa kalut, berkerut, dan mengerdil. Sepotong jantungku seperti copot lalu melayang meninggalkan jasad.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s