Penerimaan

Setiap hari adalah belajar. Jika pada postingan sebelumnya ada pelajaran ‘menilai’, maka di hari yang sama ada pelajaran ‘penerimaan’ saya terima.

Menerima itu selalu menyenangkan. Tahukah Anda bahwa menerima itu menyenangkan? Terutama menerima rizki, uang misalnya. Atau jodoh? Atau rumah? Tapi tidak melulu soal materi (dan jodoh tentunya), penerimaan bahkan bisa jauh lebih berarti jika hal itu justru tidak terkait materi. Tapi lebih ke batin, hati.

Tapi menerima terkadang juga sulit. Menerima pendapat orang lain yang aneh-aneh misalnya. Sebagai atasan atawa bos, kita kadang menilaiΒ diri kita jauh lebih brilian dibandingkan orang lain yang notabene adalah bawahan kita. Wajar memang, manusiawi sekali kan? Tetapi, seperti apa yang saya coba katakan di awal tadi; menerima itu menyenangkan. Tetapi yang namanya ‘diterima’ juga menyenangkan.

Pendapat yang didengarkan, ide yang difasilitasi dan keluhan yang diperhatikan ternyata mampu membuat diri kita merasa ‘diterima’. Nah, karena tahu merasa diterima itu menyenangkan, maka cobalah untuk menerima.

Selain memperkaya pikiran dengan ide dan pendapat orang lain, menerima niscaya dapat melapangkan hati. Sungguh kegalauan sudah kian merajalela. Maka kelapangan hati menjadi sesuatu yang sangat berharga kan? Marilah menjaga kelapangan hati itu. Walau mungkin menerima masih sulit, belajar menerima pasti menyenangkan. Belajar menerima pendapat orang lain, belajar menerima kritik, belajar menerima pendapat diri sendiri.

Belajar!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s