About Judging

Alhamdulillah.

Beribu syukur patut aku haturkan kepada-Mu ya Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui.

Ya, beribu syukur patut saya hambur-hamburkan kepada Allah SWT. Diberi kesempatan mengenal orang-orang sederhana yang luar biasa yang dapat saya ambil banyak pelajaran dari mereka, lewat setiap kisah non-fiksi yang hadir di setiap hari saya. Dan apa yang saya dapat hari ini adalah tentang ‘judging’.

Judging? Apa itu? Kalau saya cari via gugel translate, Maka yang muncul adalah…..

 

Judging atau dalam hal ini menilai, kelihatannya bukanlah hal yang terlalu rumit. Tapi agaknya mulai saat ini, lewat peristiwa yang saya alami beberapa hari ini, saya harus berhati-hati dengan perkara nilai-menilai. Karena bukannya berdampak positif, kadang penilaian ini bisa membuat kerunyaman yang cukup serius dalam kehidupan kita. Penilaian yang overrated lah yang menyebabkan kerunyaman itu. Overrated itu jangan diartikan sebagai terlalu tinggi ya, over-rated itu bisa juga terlalu rendah lho.

Penilaian terlalu tinggi, entah kepada manusia atau hewan atau apapun; bisa menyebabkan ke-syok-an tingkat tinggi jika pada kenyataannya, atau pada waktu berjalan, terjadi gap atau ketidaksesuaian atas penilaian awal dengan kenyataannya. Misalnya begini, kita menilai bahwa kucing punya 9 nyawa jadi kalau ditabrak sekali tidak akan mati. Lalu ketika kucing malang itu tertabrak kemudian nyawanya tak tertolong, kita bisa syok berat lho. Nah, sama halnya ketika kita terlalu meremehkan atau menganggap kecil, rendah, buruk sesuatu itu. Ada kesombongan yang bisa mematikan hati, tumbuh dalam diri kita. Perasaan jauh lebih baik itu konon mampu membutakan diri kita atas sisi cerah orang lain dan sisi gelap diri sendiri. Mengambil contoh kucing tadi, kalau kita menganggap kucing itu lemah kemudian dia tertabrak tapi ternyata Allah SWT berkehendak dia masih hidup, kita bisa terbirit-birit karena takutnya kucing yang masih hidup itu hantu. Gawat ‘kan?

Jadi sekarang, saya patut berterima kasih pada Allah SWT untuk teman-teman saya yang baik. Yang selalu mengingatkan untuk tidak sembarang menilai orang lain, untuk selalu ‘rajin diam’. Bukan hanya mulut, tetapi juga hati dan pikiran. Terima kasih, terima kasih.

2 thoughts on “About Judging

  1. ‘banyak-banyak diem’ nya mungkin dalam konteks tertentu kali yaa,, karena kalo dlm banyak hal; hati dan pikiran justru sebaiknya ‘gak boleh diem’ (setidaknya, menurutku,,).. dan semoga untuk hal2 yg baik dn bermanfaat.. nice post..🙂🙂🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s