ketika

ketika ayahku mengkhawatirkan keselamatanku, aku pikir ia akan membelikanku handphone.

namun nyatanya, ia menungguku pulang setiap hari.

 

ketika ibuku mengerti mana yang terbaik bagiku, aku pikir ia akan menjodohkanku dengan lelaki idamanku.

namun nyatanya, ia menjodohkanku dengan seorang mantan teman smp yang jorok dan menyebalkan.

 

ketika aku sudah menikah, aku pikir setiap pagi aku akan menerima sebuket bunga di samping tempat tidurku.

namun nyatanya, suamiku sibuk bekerja. cari uang katanya. untuk seorang cintanya. istrinya. aku.

 

ketika anakku tumbuh, aku pikir anakku akan senang dibelikan play station.

namun nyatanya, ia asyik genjreng-genjreng dengan gitar tetangga.

 

ketika bawahan ingin lebih rajin, aku pikir ia akan membuatkan kopi untukku.

namun nyatanya, ia datang lebih awal dan meninggalkan kebiasaan terlambatnya.

 

ketika seorang pemimpin menjanjikan perubahan, aku pikir ia akan menaikkan gajiku.

namun nyatanya, ia mengedepankan pelayanan prima bagi pelanggan.

 

ketika aku lelah dengan seluruh sendi kehidupanku, aku pikir hidupku akan sengsara.

namun nyatanya, staf hrd mengumumkan bahwa uang lemburan sudah bisa diambil.

 

*geje*

*disuruh cepetan soalnya*

One thought on “ketika

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s