Perpisahan

waktu seperti diam sementara jarum jam bergerak konstan
aku di serambi rumah, meniti tangga, bertutur hampa

membayangkan saja aku tak tega
bujangku pergi untuk berkelana

tapi tangis hanya air yang menguap
bujuk kata hanya udara yang melembab
kecup keningku hanya hiburan tiada makna

tiap langkahmu adalah duri, tiap senyummu adalah perih
dan lambaian, seperti ada untuk tak pernah kembali

2 thoughts on “Perpisahan

  1. katakan di hatimu: Aal izz well… Aal izz well…
    Rebahkan saja hatimu. Lenyapkan gundahmu. Tenang saja, ia ‘kan pulang nanti…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s