[ Novel ] : Perahu Kertas

Setelah berbulan-bulan baca sebuah note teman tentang resensi perahu kertas, gua sebenernya pengen banget langsung beli + baca buku ini. Tapi berhubung gua ada masalah keuangan (baca: bokek) jadilah gua harus menunggu sekian lama buat dapetin buku ini. Dan saat masalah keuangan itu beranjak pergi, gua langsung ngacir ke gramet matraman.

Berbagai peristiwa menyebabkan gua masih saja menunda baca nih buku sampai sekitar seminggu lalu, gua dapet waktu buat baca dan gua langsung namatin hari itu juga.

Jadi ginih, begitu gua baca bab pertama, yang terpikir adalah: novel ABG nih, bosen!

Gaya bahasanya tokoh-tokohnya, karakter tokoh-tokohnya, latar belakangnya, memang gambarin kehidupan remaja pasca SMA.

Dan jujur aja, novel-novel dengan genre kayak gini gua gak suka.

Si Kugy yang cantik tapi cuek dan urakan, Si Keenan yang ganteng, turunan bule dan artistik bukanlah tokoh-tokoh yang gua suka karena mereka begitu mudahnya membuat tokoh lain jatuh cinta. Gua gak suka sama sekali karakter-karakter begitu!

Selain itu, inti cerita yang sangat cinta-cintaan entah mengapa gua rasa begitu gampang ditebak.

Tapi dengan hati berat dan mata ngantuk, gua masih mau lanjutin.

Dan pada suatu masa, gua sampe di suatu bagian yang sebenernya sih sederhana. Cuma patah hati yang sederhana. Banyak dialami orang. Tapi however, gua ikut nyesek bersama Kugy, gua ikut pedih bersama Keenan. Sampe-sampe setetes dua tetes (bukan iler) jatuh juga. Bisa-bisanya manusia bernama Mbak Dee itu, bikin gua seperti ini. Bikin gua ikut terbawa perasaan Kugy dan Keenan, Luhde dan Remi (tsaaah) Cerita mulai gak bisa ditebak. Walaupun gua yakin ini akan happy ending, gua tetep punya rasa takut jika seandainya endingnya Kugy dan Keenan gak sama-sama lagi. Dan kalo sampe berakhir tragis, gua musuhan deh sama ogi karena ngenalin nih buku ke gua (lebay) karena menurut gua, gak ada yang cocok sama Kugy selain Keenan. Sekalipun Keenan naksir ama gua, gua akan tetep nyuruh dia sama Kugy aja. Beneran deh!

Dan gua bisa tenang waktu mereka bahagia lagi. Jadi begitulah. Akhirnya nih buku masuk jajaran buku kesukaan gua. Amazing banget. Bikin speechless deh pokoknya. Mbak Dee ini hebat banget nyusun kata-katanya. Sederhana, mudah dimengerti tapi tidak sedikit pun mengurangi keindahannya. Pokoknya prok prok prok deh buat Mbak Dee. Semoga gua punya duit buat baca karya-karyanya lagi. Kayaknya sayang ajah kalo cuma numpang baca tanpa beli (lumayan tebel buat dikoleksi)

Yups, segitu aja deh. Ada sepatah dua patah kata dari salah satu tokohnya nih:

“Saya, ingin melepas kamu pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan jadi saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai.”

Dan seolah bergerak bersama-sama, langit pun mulai merintikkan hujan. Apa yang lama tak terungkap akhirnya pecah, meretas, dan bumi melebur bersamanya. – Kejujuran –

One thought on “[ Novel ] : Perahu Kertas

  1. Pingback: Resensi Buku: Perahu Kertas Β« noury's notes - Kumpulan Cerpen

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s