pakis

sepi, hanya deruman mesin butut mengalun di telingaku
kupandangi hijau padi melambai-lambai
luas, tak berbatas

pakis dan alang-alang berderet tak keruan
ciptakan rimbun hijau sejukkan mata
hatiku dilamun sepi, harapkan pasti
kapankah kami tiba di sana

jalan terjal membentang coklat
membelah pematang luas menghampar
sungguh aneh tapi nyata, bekasi ini tak kenal aspal

kakek tua mengayuh sepeda
antarkan gabus pada si empunya
siapa sangka itu rumahnya
gubuk gelap beratap rumbia

jalan kian coklat, terjal dan sepi
hilang sudah padi berganti
kini tambak mulai menyapa
bau amis pun menyeruak

kubuka kaca kijang butut ini
angin sepoi-sepoi antarkan laut kepadaku
mari kemari gadis berbaju biru
nyanyian angin inginkan aku

lalu luas seluas-luasnya
horizon membelah
laut dan awan
langit dan bumi

pasir lembut menggelitik kaki
kadang berkilau diterpa mentari

debur ombak, bisikan pantai
bandeng bakar bangkitkan selera
rasanya ingin kumakan saja
tapi sayang sudah ada yang punya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s