[ Dorama ] : Glass Mask / Garasu no Kamen / Topeng Kaca (1)

dosen bahasa inggris: what did the last film or series you watch?

gua: glass mask, sir. it’s a series.

dosen bahasa inggris: describe that series in five minutes. that is our final exam!

Karena mimpi itu, gua jadi pengen cerita sedikit tentang sebuah serial drama jepang yang terakhir kali gua tonton. Seminggu yang lalu lah gua tonton. Judulnya Glass Mask atau Garasu no Kamen, dan dikenal di Indonesia dengan judul Topeng Kaca.

Serial drama ini diangkat dari sebuah komik klasik berjudul sama. Sebenernya gua baru baca dua komik dari total entah berapa volume komik ini. Tapi gua langsung jatuh cinta sama ceritanya.

Serial drama yang gua tonton terbagi menjadi tiga serial yaitu Glass Mask 1, Glass Mask 2 dan Glass Mask Special. Untuk Glass Mask Special sih gak berbentuk series. Langsung blasss satu kali tayang dengan durasi 1,5 jam. Kurang tau deh dulunya itu tayang di tv apa di bioskop.

Glass Mask 1

glassmask1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Glass Mask 1 adalah serial pertama yang keluar dan menceritakan tentang awal kemunculan tokoh utamanya which is Maya Kitajima, seorang anak yang diasuh oleh orangtua tunggal (ibu) yang adalah seorang pegawai toko ramen. Maya, yang tidak pintar, tidak cantik dan pemalas ini konon hanya suka menonton drama di televisi dan mempraktekkan adegan-adegan yang ia tonton di sebuah taman bermain dengan ditontoni beberapa bocah SD. Ia sering dimarahi ibunya karena gagal atau terlambat mengantar ramen ke pelanggan yang memesan dari toko tempat ibunya bekerja akibat terbiasa “mampir” di taman bermain itu.

Tapi tanpa disadari, apa yang ia lakukan itu diperhatikan oleh Tsukikage Chigusa. Tsukikage adalah seorang aktris terkenal pemeran The Crimson Goddess (Bidadari Merah) yang menghilang selama 20 tahun dari industri teater jepang akibat kecelakaan yang ia alami. Tsukikage kini mencari suksesornya yang akan berperan sebagai The Crimson Goddess dan ia merasa bahwa Maya Kitajima adalah orang yang tepat.

Maya yang telah menemukan akting sebagai passion-nya lalu bergabung dengan teater milik Tsukikage setelah perdebatan panjang dengan ibunya yang percaya bahwa Maya tidak bisa melakukan apapun dengan baik. Disini adegannya sedih banget, tjuy. Ibunya Maya sempet melemparkan teko berisi air mendidih ke arah Tsukikage, namun akhirnya menyerah melihat kegigihan Maya. Ibunya Maya mengirimkan pakaian Maya dan sebuah gantungan berisi foto mereka berdua kepada Tsukikage. Tapi Tsukikage memerintahkan pembantunya untuk membakar benda-benda itu. Ia tidak mau masa lalu membuat Maya tidak serius akting. Dan ibunya Maya dianggap sebagai bagian dari masa lalu itu. Rrrrr :(

Maya yang tidak tahu apa-apa soal pembakaran itu melanjutkan latihannya. Ia sempat berkenalan dengan seorang mas-mas sinis Vice President Daitou Production bernama Hayami Masumi (orang yang ngebet banget merebut hak cipta The Crimson Goddess) dan punya temen sekolah ganteng bernama Sakurakoji-kun yang adalah teman dari Himekawa Ayumi (aktris muda berbakat calon saingan Maya). Maya melakukan debutnya dengan berperan sebagai Beth dalam drama klasik berjudul Little Women. Maya yang berhujan-hujanan semalaman demi menghayati perannya sebagai Beth -yang meninggal akibat demam- mendapatkan apresiasi luar biasa dari para penonton. Disinilah ia pertama kali mendapatkan kiriman bunga berwarna ungu (the purple roses) dan sepucuk kartu ucapan dari penggemar pertamanya. Siapakah gerangan pemberi bunga mawar ungu itu? Masih misterius. Ternyata ungu, bukan jingga, pemirsa! Di komik jingga soalnya. Aduh translator komiknya bisa bikin kesalahan aneh gitu -_-”

Melihat kesuksesan Tsukikage Theater, Hayami mulai gerah dan membeli rumah tempat Tsukikage melatih Maya sehingga Tsukikage dan murid-muridnya harus pindah ke kontrakan sempit. Tapi itu tidak mengubah apapun. Tsukikage Theater tetap berjalan dan merencanakan pertunjukan lagi dengan Maya mendapatkan peran aneh menjadi boneka bernama Elizabeth. Maya sukses memerankan Elizabeth di malam launching. Dia bener-bener kayak boneka, gak mirip manusia sama sekali. Hal itu membuatnya mulai terkenal! Gimana gak terkenal. Wong ceritanya artis-artis tenar dan Hayami Masumi sampe dateng ke teater buat nonton Maya. Tapi dibalik itu, lagi-lagi kisah tentang ibu Maya bikin gua nangis. Ibu Maya ternyata sakit, lalu dipecat dari toko ramen. Ibu Maya yang kebingungan harus kemana sempet menyambangi Tsukikage Theater yang kini udah tutup. Akhirnya beliau menghilang. Hiks :( Kabar mengenai hilangnya sang ibu membuat Maya sedih dan menyebabkan penampilannya sebagai Elizabeth tidak maksimal di malam pertunjukan terakhir. Di situ ia menangis sehingga orang-orang sadar bahwa Elizabeth tidak seperti boneka dan membuat Tsukikage marah besar. Lalu keluarlah kata-kata, “seorang pemeran mengenakan sebuah topeng kaca yang rapuh. Mereka tidak boleh membiarkan topeng kaca itu jatuh, apalagi pecah.” Demikian kira-kira kata Tsukikage-sensei. Tapi tetep, sang purple roses ngirimin lagi mawar-mawar cantik untuk Maya.

Kesuksesan Maya dan Tsukikage Theater bikin Hayami gerah. Kegerahan yang dialami Hayami dialami pula oleh Himekawa Ayumi. Ia merasa, Maya adalah saingannya. That’s it. Tapi Hayami punya ide, gimana kalo dia ngebajak Maya buat gabung di Daitou Production? Tapi Maya langsung nolak saking bencinya sama Hayami yang udah ngusir dia, temen-temennya dan Tsukikage dari rumah tempat mereka latihan dulu. Padahal mah ternyata Hayami adalah… yap, sang purple roses. Eyyaaa.

Daitou Production mengumumkan audisi untuk pemeran Helen dalam drama The Miracle Worker yang juga akan diperankan oleh ibunya Ayumi. Ayumi otomatis ikut dalam audisi itu dan orang-orang udah yakin banget bahwa Ayumi yang bakal dapet peran sebagai Helen. Tapi ternyata Tsukikage menyuruh Maya ikut audisi itu. Maya sampe latihan di vila-nya punya purple roses alias Hayami dan cukup berdarah-darah. Suka banget pas dia latihan di villa itu. Totalitas abis. Dan setelah audisi yang ketat, terpilihlah Maya dan Ayumi buat memerankan Helen. Jadi selang-seling gitu. Hari ini Ayumi, besok Maya. Ayumi dapet di malam pembukaan dan Maya di malam penutup. Tapi ternyata ada yang sirik sama terpilihnya Maya dan berikrar untuk menghancurkan karir Maya. Ayumi? Bukan. Ayumi selalu menjadi saingan yang keren sekaligus sahabat yang baik bagi Maya. Walaupun sahabatannya canggung-canggung gitu.

Penampilan Ayumi di malam pembukaan disukai banyak orang. Sutradaranya ampe bilang bahwa gak ada yang bisa memerankan Helen sebagus Ayumi. Tapi jagoan enggak dateng duluan dong. Penampilan Maya ternyata keren banget dan bikin ibunya Ayumi gemes, nyium pipinya Maya. Ayumi iri deh. Soalnya pipinya enggak dicium. Nah lhooo.

Keberhasilan Ayumi dan Maya dalam The Miracle Worker membuat keduanya dinobatkan sebagai calon pemeran The Crimson Goddess oleh Tsukikage. Dan sebagai tes pertama, Ayumi dan Maya diminta untuk mengisi peran utama di dua drama berbeda dengan genre berbeda juga. Ayumi berperan di drama romantis sedangkan Maya di drama berlatar belakang Jepang tempo dulu. Di sini Maya mulai punya asisten yang bernama Norie (bukan Noury, ya). Di Norie ini ternyata cewe jahat yang tadi mau bales dendam sama Maya, tapi dia nyamar jadi gadis cupu dan pura-pura baik. Biasalah, penjahat. Kehadiran si Norie ini ngeselin banget. Bikin males nonton, tapi tetep penasaran. Hahaha. Si Norie ini naruh beling di makanannya Maya, masang pisau cutter di kimononya Maya, bahkan memanfaatkan jatuh cinta-nya Maya sama Sakurakoji-kun untuk membuat Maya gak konsen akting. Hasilnya, Maya jadi diomel-omelin mulu sama sutradara yang emang sejak awal rada-rada sensi sama dia. Banyak orang mulai meragukan kapasitas Maya walaupun di hati pemirsa, Maya masih dicintai.

Hayami yang diberitahu asistennya bahwa Maya dan ibunya terpisah, punya rencana licik untuk memanfaatkan itu sebagai publikasi. Biar Maya semakin tenar dan rating drama tv-nya bagus. Walaupun dia udah tau ibunya Maya dimana, tapi dia malah menyuruh orang-orang di panti jompo buat ngurung ibunya Maya. Dia takut kalo ibunya Maya dan Maya terlalu cepet ketemu, kurang dramatis gitu. Rrrr, dasar media. Penderitaan orang dikomersialisasi gitu. Ibunya Maya yang tidak tahan atas kelakuan orang-orang panti jompo akhirnya kabur dan berniat mencari Maya. Di tengah pencarian itu, ibunya Maya ngeliat bahwa Maya sudah terkenal, bahkan ada di tv. Di sebuah restoran, sambil suara Maya di televisi, ibu Maya meninggal…

Setelah diberitahu Hayami, Maya syok atas meninggalnya sang ibu. Aktingnya semakin tidak maksimal. Dia bahkan gak sanggup meninggalkan kotak abu ibunya. Hayami ikut merasa bersalah atas kejadian itu. Norie memanfaatkan situasi dan mulai memanas-manasi pihak manajemen supaya Maya diganti. Biar Maya semakin sakit hati, ia (entah tau darimana) memberi tahu Maya bahwa Hayami yang menyebabkan kematian ibunya Maya. Maya yang tengah galau diperdaya orang-orang suruhan Norie untuk ninggalin lokasi syuting. Maya diberi obat tidur dan ditinggalkan di dalam perahu milik nelayan. Hayami yang panik atas menghilangnya Maya, mulai nunjukin kepedulian(cinta)nya kepada Maya dengan ikut mencari langsung dan menemukan Maya. Besoknya, Hayami, Maya, Tsukikage, Ayumi, dan yang lainnya dikejutkan dengan pemberitaan media bahwa Maya mangkir dari syuting. Norie memanfaatkan ini dan bikin sutradara mau mengganti Maya dengan Norie. Ayumi ikut kesel sama kejadian ini. Maya yang udah down banget memutuskan untuk mundur dari dunia akting. Ia membatalkan kontraknya dengan Daitou Production dan itu bikin dia akan ditolak kembali selamanya oleh dunia akting. Hayami setuju asalkan Maya bersedia memberikan persembahan terakhir dalam sebuah teater. Maya mulai melunak, itu bikin Hayami sempet pengen ngaku bahwa dialah pemberi mawar ungu. Tapi enggak jadi. Takut Maya gak percaya. Dan begitulah akhirnya, Maya sukses berperan sebagai seorang pengemis di teater kelompok amatir sebelum bener-bener menghilang dari dunia akting untuk membangun kembali dirinya pelan-pelan. Demikian.

Pendapat pribadi atas dorama ini:

Sempet syok pas liat yang jadi Hayami adalah si mas-mas itu (gak tau siapa namanya). Kurang ganteng gitu. Hahahahaha. Tapi akhirnya sih pasrah. Selain itu, Mayanya keliatan kayak anak kecil banget. Dan pendek banget. Walaupun gua suka banget sama aktingnya. Bagus. Ayuminya juga cantik dan cocok jadi Ayumi. Agak sedikit terganggu sama adegan lirik-lirikannya penjahat yang suka bergumam sendiri. Berasa nonton sinetron Indonesia. Wakakakakak.

Pegel juga. Lanjut lagi nanti ya, di Glass Mask 2.

4 thoughts on “[ Dorama ] : Glass Mask / Garasu no Kamen / Topeng Kaca (1)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s